Fedora 12 Review
Sekitar bulan November lalu, Fedora Project merilis OS terbarunya, yaitu Fedora 12. Fedora 12 ini diberi codename : Constantine. Fedora sepertinya ingin melanjutkan codename yang berasal dari mitologi Yunani kuno, setelah sebelumnya, Fedora 11 juga menggunakan codename dari mitologi tersebut, yaitu Leonidas.
Fedora 12 memiliki beberapa keunggulan dibanding distro lain. Diantaranya, dukungan keamanan yang terkenal baik karena memang background Fedora adalah dari Red Hat, yang merupakan perusahaan enterprise server. Software-software pada Fedora juga selalu up-to-date, misalnya Thunderbird yang dipakai adalah versi 3, sementara distro lain masih menggunakan versi 2.
Pengalaman menginstall Fedora ini, lancar-lancar saja. Installernya sangat mudah dipahami. Setelah instalasi sukses, kita akan diminta untuk melakukan konfigurasi sistem. Setelah semuanya selesai, Fedora siap digunakan.
First look Fedora 12, menurut saya lebih fresh daripada Fedora 11. Pada Fedora 11, rasanya window-windownya terlalu kaku sehingga seperti OS yang kurang futuristik. Sementara di Fedora 12, themenya tergolong bagus, sehingga menghilangkan kesan kaku.
Perubahan besar lainnya adalah digantinya software Instant Messaging yang sudah sangat melekat di Linux, yaitu Pidgin. Pidgin mulai versi ini akan digantikan dengan Empathy. Empathy dipilih karena memiliki dukungan yang baik untuk VOIP dan webcam. Sebenarnya bukan hanya Fedora saja yang menggantinya, tetapi Ubuntu, distro sejuta umat, juga menggantinya. Entah mengapa..
Untuk performa, menurut saya sangat baik, tidak pernah terjadi crash selama ini. Bisa dibilang Fedora ini memang distro yang sangat reliable. Untuk updatenya, sangat mudah karena ada fasilitas yum, repositorinya pun selalu terupdate sehingga memberi jaminan pada kita bahwa software-software kita pasti adalah versi yang terbaru.
Menurut saya, Fedora memberi reliability yang lebih baik daripada Ubuntu, so, inilah distro primary saya :D
Berikut ini adalah beberapa screenshot fedora 12:
Read More......



